Senin, 11 April 2016

latar belakang pengembangan olahraga hockey



Bab I

1.1  Latar belakang

            “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PARAPAHLAWANNYA.”Ungkapan bijak diatas akan selalu relevan serta aktual sepanjang masa bila kita menyimak lembaran sejarah dari perjalanan bangsa ini
            Tentu saja kita masih ingat dari apa yang telah kita pelajari melalui sekolah ataupun kesaksian para pelaku sejarah mengenai pengorbanan yang sudah pahlawan berikan. Tak tanggung-tanggung, bahkan jiwa dan ragapun sudi dipersembahkan demi terwujudnya kemerdekaan negara kita tercinta.
            Namun, zaman terus bergerak dan berubah. Di era sekarang, kita yang hidup di masa kini tentulah mengalami peristiwa yang berbeda dengan waktu penjajahan dahulu. Bila perjuangan yang dilakukan di zaman lampau ialah dengan mengangkat senjata guna mengusir penjajah,lalu apa yang wajib generasi muda sekarang upayakan demi mengisi kemerdekaan bagi bangsa ini?
            Bila kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar maka kita semua wajib menghargai jasa-jasa dari para pendahulu kita.
            Bagaimanakah upaya kita menghargai jasa-jasa mereka? Apakah cukup dengan mengenal sejarah mereka? Apakah lewat pendirian monumen yang megah? Atau dengan menamakan jalan-jalan dengan nama para pahlawan?
            Ternyata itu semua belum mencukupi, ada hal lain yang dapat melengkapi tindakan kita guna menghargai jasa-jasa mereka, yaitu dengan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan seperti semangat pantang menyerah, rela berkorban bagi bangsa dan menjunjung tinggi rasa solidaritas serta sportivitas. Inilah upaya-upaya membangun karakter bangsa yang tangguh agar bangsa ini sama besar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
            Menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar hanya dapat terlaksana bila spirit kepahlawanan telah menyatu dalam jiwa setiap rakyat Indonesia. Dan tentu saja ini adalah kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa dan tanpa mengenal kata henti.
            Didasari oleh pentingnya hal tersebut, kami dari Federasi Hockey Indonesia (FHI) Khusus Kota Malang  bekerjasama dengan dengan kordinasi melalui pihak FHI pusat  berupaya untuk menanamkan tujuan mulia tersebut dalam satu mata rantai acara pengembangan olahraga hockey melalui festival olahraga hockey dengan tema belanegara serta membawa identitas budaya budaya di Indonesia.


Senin, 04 April 2016

kriteria pelatih



BAB I PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Keberhasilan atlet dalam pencapaian prestasinya tidak terlepas dari peran serta pelatih yang mampu meramu proses pembinaan anak didiknya.  Hal ini jelas terlihat dari masing-masing tim yang mempunyai karakter dan gaya tersendiri, yang merupakan cerminan karakter dan gaya yang dibangun oleh masing – masing pelatih di dalam timnya.
Berbicara mengenai gaya dan karakter seorang pelatih, tentu masing-masing pelatih mempunyai perbedaan, sesuai dengan kepribadian, gaya kepemimpinan yang digunakan, serta falsafah bola basket yang diusungnya. Beberapa  Tipe kepribadian pelatih banyak digambarkan dalam beberapa tipe, diantaranya yaitu seseorang yang merupakan individu yang keras, tidak kenal kompromi; ada juga yang dilukiskan sebagai seorang yang sportif, . pembimbing, pelindung, dan ada pula yang gambarkan sebagai individu yang santai dan seolah-olah tidak mempedulikan anak didiknya.

1.1 Rumusan Maslah
1.      Banyak karakteristik pelatih yang belum dikenali
2.      Banyak cara berkomunikasi dari seorang pelatih

1.2 Tujuan dan Manfaat
1.      Memepelajari karakteristik dari seorang pelatih olahraga
2.      Mempelajari cara berkomunikasi dari para pelatih olahraga


BAB II

2.PEMBAHASAN
1.3 Kepribadian seorang pelatih
Beberapa  Tipe kepribadian pelatih banyak digambarkan dalam beberapa tipe, diantaranya yaitu seseorang yang merupakan individu yang keras, tidak kenal kompromi; ada juga yang dilukiskan sebagai seorang yang sportif, . pembimbing, pelindung, dan ada pula yang gambarkan sebagai individu yang santai dan seolah-olah tidak mempedulikan anak didiknya.
Terdapat lima kategori tipe kepribadian pelatih yang dominan, yaitu :

1.Pelatih yang otoriter (Authoritarian/hard-nose coach)
Pelatih dengan tipe seperti ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.              Berpegang teguh pada disiplin
b.              Biasanya menerapan system hukuman untuk memaksa atlet patuh pada peraturan, meskipun  dirasakan pahit/kurang adil oleh atlet. Pelatih tidak peduli apakah karena    caranya tersebut atlet merasa sakit hati atau sampai tidak mau berlatih lagi
c.              Ketat dalam rencana dan jadwal latihan
d.             Bisa kejam dan sadis
e.               Biasanya dia bukanlah pelatih yang hangat/menyenangkan. Biasanya kurang dekat           dan tidak suka mengadakan hubunga pribadi yang terlalu dekat karena “takut” atlet       nanti akan mengambil keuntungan dari situasi demikian
f.               Dia seringkali menggunakan ancaman untuk memotivasi para atletnya
g.              Dia tidak senang mempunyai asisten yang mempunyai tipe kepribadian yang sama             dengannya
h.               Dia merupakan orang yang terorganisir




 2.Pelatih yang baik hati (Nice guy coach)

  a.senang memberi motivasi        
  b.   Senang memberi pujian
        c.   Sangat luwes dalam membuat rencana latihan.

3.Pelatih pemacu (Intense/driven coach)
Pelatih dengan tipe seperti ini hampir serupa dengan pelatih otoriter. Dia sangat efektif dalam memberikan rangsangan, motivasi, dan semangat kepada atletnya. Hanya saja bedanya dia tidak menerapkan system hukuman terhadap atlet yang kurang memenuhi tugasnya.

4.Pelatih yang santai (Easy- going coach)
Pelatih denga tipe seperti ini merupakan kebalikan dari tipe pelatih pemacu.  Ia adalah pelatih yang bersikap pasif, santai, laissez faire, dan karena itu  tidak pernah merasa ada beban stress.

5.Pelatih tipe bisnis(The scientific/Business-like coach)
Pelatih tipe ini sering dijuluki sebagai the scientific coach. Inovatif dan pengetahuannya mengenai olahraga menakjubkan. Dia juga hafal setiap atletnya, kelemahan, kekuatan, prestasi, dsb. Dia cerdas, selalu yakin akan gagasannya, dan dia pembicara yang mengesankan.

2.1 Komunikasi dalam Olahraga
Komunikasi dalam olahraga sangat jelas di perlukan agar para peserta yang di latih dapat menerima apa yang di sampaikan oleh pelatih nya, ada beberapa macam komunikasi yaitu :
a.     Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
b.    Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
c.     Komunikasi Publik (Public Communication)
d.    Komunikasi Massa (Mass Communication)

2.2Nama pelatih yg menjadi peran
a. CoachRahmad darmawan
b. Coach Ivan kolev
c.  Coach Suharno


karakteristik melatih dari para pelatih yang menjadi peran

1.      A. Coach Rahmad darmawan : memiliki tipe melatih yang Authoritarian (otoriter), karena coach rahmad darmawan selalu menekankan kedisiplinan yang kuat dan tinggi pada atlet2 nya, juga bisa sadis dengan selalu langsung mencoret atlet nya jika memang atlet nya tidak layak atau menyalahi aturan hal ini memang bawak an coach Rahmad darmawan dikarenakan memang coach rahmad  darmawan adalah seorang angkatan / TNI yang memang berpegang teguh pada kedisiplinan.
B. tipe berkomunikasi : menggunakan tipe komunikasi antar pribadi dimana saat di lihat di akun vidio melatih coach rahmad darmawan terlihat berkomunikasi secara antar pribadi dengan selalu mengumpulkan atlet nya dan mulai berkomunikasi atau selalu berkomunikasi secara tatap muka dengan semua atlet nya saat berlatih
C. pola melatih : pelatih ini lebih sering menggunakan pola latihan kombinasi program, dan lebih sering melakukan pengulangan program yang bertujuan untuk memperkuat teknik pemain nya karena dalam timnas hampir semua pemain nya memiliki skill yang baik

2.      A. Coach ivan kolev : pelatih ini memiliki tipe / karakteristik melatih yang pemacu (intence), dimana pelatih ini selalu memberi semangat atau dorongan dorongan motivasi kepada atletnya, terbukti dengan dulu club sriwijaya FC bermain sangat baik walau di huni beberapa pemain muda. Namun pelatih ini tidak memaksakan diri untuk menghukum atlet nya.
B. tipe berkomunikasi : coach ivan kolev lebih sering berkomunikasi dengan cara menyampaikan pada asisten nya / dengan trainer tim nya, lalu akan di sampaikan oleh asisten nya pada semua pemain nya. Hal ini dikarenakan ivan colev belum terlalu menguasai bahasa indonesia.
C.pola melatih :Ivan colev lebih menggunakan pola latihan ringan yang berbeban pada teknik keseluruhan kelompok dikarenakan banyak pemain yang skill nya merata atau hampir sama
A. Coach suharno : dalam profil coach suharno, pelatih ini memiliki tipe pelatih yang pembisnis dimana pelatih ini sangat dekat dan sangat di cintai oleh atlet nya karena memang sangat hafal dengan kriteria sifat atlet2 nya. Dan juga pelatih ini memiliki kemampuan membaca permainan lawan. Terbukti dengan bisa membawa tim AREMA bisa lolos sampai semi final walau coach suharno adalah orang baru di club AREMA
B. tipe berkomunikasi :coach Suharno menggunakan komunikasi yang pembawaan nya santa idan merupakan tipe komunikasi antar pribadi kepada atlet nya
C. pola melatih :pola melatih yang di terapkan oleh coach suharno lebih pada pola teknik individual pemain dimana sering dilakukan nya program teknik teknik individu pada pemain nya atau skill – skill individu pemain nya dikarenakan banyak pemain – pemain yang ber skill tinggi di tim AREMA



                                                BAB III
                                              PENUTUP

3.1  Pendapat
Dalam dunia kepelatihan sangat di perlukan ada nya peran pelatih yang aktif, seperti aktif dalam berkomunikasi, pola melatih, dan kehadiran. Namun juga tak luput dari kriteria seorang pelatih, dimana ada kriteria yang di sukai maupun yang tidak di sukai oleh atlet, menurut saya sebagai mahasiswa kepelatihan olahraga semua aspek yang di miliki oleh coach Suharno sangat baik karena coach Suharno memiliki tipe melatih yang pembisnis dimana Suharno sangat mengetahui semua kriteria atlet dan juga kriteria kelemahan dan keunggulan lawan nya, hal ini banyak pelatih yang tidak menguasai namun secara kedisiplinan coach Rahmad darmawan masih sangat baik karena memang latar belakang dari Rahmad darmawan adalah seorang Angkatan militer / TNI

3.2  Kesimpulan
Kriteria seorang pelatih yang baik sangat di sukai oleh atlet nya, dengan modal karakteristik yang baik ini maka akan membuat nyaman para atlet atlet nya agar terus mau berkarya dalam olahraga, dalam dunia kepelatihan juga di butuhkan penyampaian yang baik / sistim komunikasi yang baik agar peserta yang dilatih jelas dan memahami apa yang di sampaikan


Referensi : 1. duniakepelatihan.org
                      Komunikasibahasa pedia.com
                      Profil pelatih wikipedia.com
                      Youtube.com